Pabrik Pembuatan Kaca

Industri kaca merupakan salah satu industri di Indonesia yang cukup disegani karena memiliki pemain global yang mampu berasing dipasar ekspor. Meskipun tidak terlalu ekspansif, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, industri masih terus berkembang. Kapasitas dan produksinya meningkat, bahkan ketika terjadi krisis finansial  yang mempengaruhi permintaan pasar kaca dunia.
 
Efisiensi dari integrasi ke hulu pada beberapa pemain dan tingkat teknologi yang masih unggul membuat ekspor tetap bisa dipertahankan. Sementara itu, kuatnya pasar dalam negeri yang permintaannya didorong sektor properti dan otomotif menjadi alasan mengapa industri ini mampu bertahan dan masih berkembang.
 
Namun, industri ini bukan tidak menghadapi masalah. Kenaikan tarif dasar listrik, pasokan gas yang belum terjamin dalam jangka panjang, gempuran produk impor, serta proteksi di pasar ekspor adalah sederetan masalah yang dihadapi industri ini.
 
Kebijakan penerapan SNI untuk produk kaca lembaran yang mulai diberlakukan tahun ini cukup menolong pasar domestik dari gempuran produk non standar yang berpotensi merusak pasar.
 
Kapasitas masih berkembang
 
 
Industri kaca nasional mulai dibangun sejak awal tahun 1970 yang merupakan industri hulu kaca yang memproduksi bahan baku kaca. Industri hulu dikembangkan hingga awal tahun akhir tahun 1980.
 
Jumlah perusahaan terus bertambah, namun sebagian besar merupakan pemain industri hilir yang mengolah kaca lembaran setengah jadi menjadi produk akhir.
 
Produk industri kaca meliputi kaca lembaran, kaca pengaman, kaca cermin, fiber glass, dan kaca lainnya. Kaca lembaran merupakan produk setengah jadi yang diolah menjadi berbagai produk yakni kaca bening (clear float glass), kaca berwarna (tinted float glass), online reflective glass, patterned glass, dan cermin (mirror).
 
Kapasitas industri ini meningkat pada tahun 2008 sebesar hampir 10 persen dari 2,3 juta ton per tahun menjadi 2,5 juta ton per tahun. Peningkatan kapasitas terjadi pada industri kaca lembaran yakni dari 1,33 juta ton per tahun menjadi 1,55 juta ton per tahun.
 
Kaca lembaran merupakan produk unggulan yang kapasitasnya paling besar dibandingkan produk kaca lainnya. Produk ini sebagian besar digunakan untuk jendela bangunan dan penggunaan lainnya di sektor properti. Bersama dengan kaca pengaman yang banyak digunakan sebagai kaca otomotif, kedua produk ini memiliki pasar yang cukup bagus saat ini baik ekspor maupun domestik.
 
Penguasaan teknologi produksi kaca oleh industri kaca di Indonesia tergolong tinggi terutama untuk produk kaca otomotif. Negara kompetitor seperti China belum memiliki tingkat teknologi sebaik Indonesia.
 
Pengembangan kapasitas masih memungkinkan mengikuti perkembangan permintaan kaca baik domestik maupun ekspor. Indonesia memiliki cadangan bahan baku cukup besar. Sekitar 80 persen bahan baku kaca adalah dari pasir khusus yang banyak terdapat di Indonesia, sedangkan sisanya adalah bahan campuran yaitu soda ash (abu soda) masih diimpor dari Jepang.
 
Produsen kaca
 
 
Industri kaca di Indonesia masih di dominasi oleh beberapa pemain besar yang selama ini menguasai pangsa pasar kaca, baik kaca lembaran, kaca pengaman dan lain-lain. Terdapat tiga produsen kaca Indonesia terbesar di Indonesia untuk tingkat hulu atau yang memproduksi bahan awal pembuatan kaca diantara PT Asahimas Glass Tbk, PT Mulia, dan PT Tossa Shakti.
 
PT Asahimas Flat Glass Tbk dan PT Mulia Glass adalah beberapa produsen kaca utama di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis kaca. Sementara itu, produsen tingkat hilir atau pembuatan kaca jumlahnya sekitar 30 pemain.

Dian Ekawati

Dian Ekawati
3 posts

Seorang business women pengusaha sekaligus marketing


0 Comments


Tinggalkan Komentar